Dua alat skrining awal berdasarkan Standar Antropometri Anak resmi Kemenkes RI - periksa status stunting dan berat badan anak secara instan, gratis, tanpa perlu akun. Bukan pengganti diagnosis tenaga kesehatan.
Periksa status pertumbuhan anak berdasarkan umur, jenis kelamin, dan hasil pengukuran panjang/tinggi badan.
Stunting merupakan kondisi gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan faktor lainnya. Pemeriksaan pertumbuhan secara berkala membantu mendeteksi masalah pertumbuhan lebih awal.
Perhitungan memakai metode LMS (Lambda-Mu-Sigma) sesuai Standar Antropometri Anak Kemenkes RI:
Z = [(X/M)^L − 1] / (L×S) atau Z = ln(X/M)/S jika L = 0
X = hasil pengukuran panjang/tinggi badan (cm); L, M, S = parameter referensi Kemenkes RI sesuai umur dan jenis kelamin anak.
| Z ≥ −2 SD | Normal |
| −3 SD ≤ Z < −2 SD | Pendek / Stunted |
| Z < −3 SD | Sangat Pendek / Severely Stunted |
Sumber: Standar Antropometri Anak - Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020, tabel referensi length/height-for-age yang mengadopsi WHO Child Growth Standards (World Health Organization, 2006) sebagai acuan resmi nasional.
Hasil ini adalah alat skrining awal, bukan diagnosis medis. Untuk penanganan lebih lanjut, konsultasikan ke bidan, Posyandu, atau Puskesmas terdekat.
Periksa status berat badan anak menurut umur - misalnya anak usia 5 bulan yang beratnya masih 3 kg akan tergolong kurang.
Berat Badan menurut Umur (BB/U) adalah salah satu indikator status gizi anak yang paling sensitif - perubahan asupan gizi dalam waktu singkat sudah bisa terlihat dari berat badan, sebelum berpengaruh ke tinggi badan.
Perhitungan memakai metode LMS (Lambda-Mu-Sigma) sesuai Standar Antropometri Anak Kemenkes RI yang sama dengan kalkulator stunting di atas, dengan tabel referensi berat-menurut-umur:
Z = [(X/M)^L − 1] / (L×S) atau Z = ln(X/M)/S jika L = 0
X = hasil pengukuran berat badan (kg); L, M, S = parameter referensi Kemenkes RI sesuai umur dan jenis kelamin anak.
| Z < −3 SD | Berat Badan Sangat Kurang |
| −3 SD ≤ Z < −2 SD | Berat Badan Kurang |
| −2 SD ≤ Z ≤ +1 SD | Normal |
| Z > +1 SD | Risiko Berat Badan Lebih |
Sumber: Standar Antropometri Anak - Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020, tabel referensi weight-for-age yang mengadopsi WHO Child Growth Standards (World Health Organization, 2006) sebagai acuan resmi nasional.
Hasil ini adalah alat skrining awal, bukan diagnosis medis. Untuk penanganan lebih lanjut, konsultasikan ke bidan, Posyandu, atau Puskesmas terdekat.